Bukan robot yang akan mengambil alih, namun pihak-pihak tertentu para pemilik perusahaan teknologi berbasis AI. Gambar: unsplash/@possessedphotography

AI; Solusi yang Juga Meresahkan

0 Shares
0
0
0

sapopoé – Membayangkan AI dalam bentuk manusia seperti dalam “I, Robot” memang menyeramkan. Ketika robot berbasis kecerdasan buatan mengambil alih banyak aspek dalam kehidupan manusia. Namun, benarkan AI akan berkembang sejauh itu? di mana robot mengambil alih semua pekerjaan kita. Mengutip salah satu artikel dalam Forbes, “Robot mungkin tidak akan menggantikanmu dalam pekerjaan, setidaknya belum”.

AI saat ini sudah berada hampir di mana-mana dalam kehidupan kita, mulai dari hasil pencarian di mesin pencari, konten media sosial, musik yang kita dengar, berbelanja, bahkan dalam hal mencari jodoh. Data menunjukkan, penggunaan AI dalam berbagai sektor bisnis tumbuh hingga 270% dalam empat tahun belakangan. Pekerjaan atau kegiatan kita memang termudahkan, namun bagaimana dengan lapangan pekerjaan manusia?

Namun, faktanya, 90 persen perusahaan yang memimpin di berbagai bidang di dunia telah mulai berinvestasi pada teknologi AI. Alasannya, lebih dari setengah dari perusahaan yang mengimplementasikan pekerjaan berbasis AI mengalami peningkatan produktifitas. AI memberikan dampak yang luar biasa pada beberapa sektor berikut

Medis

Indsutri medis menggunakan Ai untuk mengolah sejumlah data. Data tersebut digunakan untuk membuat prediksi terkait kesehatan pasien. AI dinilai lebih efektif daripada fisikawan dalam beberapa konteks diagnosis tertentu.

Otomotif

Salah satu contoh yang populer ialah kendaraan kemudi otomatis. Kita dapat melihat melihat berbagai bentuk aplikasinya baik pada kendaraan pribadi maupun kendaraan umum di berbagai media massa. Namun, dalam konteks industri, AI juga berperan dalam proses produksi kendaraan itu sendiri.

Keamanan Siber

Pada masa pandemi covid 19, tingkat serangan hacker pada mereka yang bekerja di rumah meningkat hingga 600 persen. Mereka dapat lebih menyerang karena selama kerja di rumah, jaringan internet yang digunakan tak terdukung teknologi perlindungan yang memadai. Mengingat hal tersebut, pekerjaan perlindungan akan lebih ringan jika terdukung AI. AI dapat membantu upaya identifikasi dan prediksi ancaman, terutama pada industri keuangan.

E-Commerce

AI akan terus mendorong e-commerce, termasuk melalui penggunaan chat-bot, personalisasi pelaku belanja, iklan tertarget berbasis gambar, dan otomatisasi gudang serta inventaris.

Kekhawatiran

Mengutip Pewresearch, para ahli (expert) optimis jika kecerdasan buatan (AI) akan membuat kebanyakan orang lebih baik pada beberapa dekade yang akan datang. Namun, banyak dari mereka yang juga mencemaskan AI pada tingkat lanjut (advance) akan berdampak pada makna “menjadi manusia, produktif, dan berkehendak bebas”.

Di atas ialah sedikit gambaran bagaimana AI “mengambil peran” manusia dalam beberapa sektor industri. Melihat progresnya, tak heran bila beberapa dari Wargi merasa khawatir. Namun, Wargi tidak sendiri. Mark Surman selaku Direktur Eksekutif Mozilla Foundation juga sama. Ia mengatakan jika AI akan membuat kekayaan dan kekuatan terkonsentrasi di tangan-tangan sedikit pihak yang berbasis di Amerika dan China. Kebanyakan masyarakat – di seluruh dunia” – malah mengalami nasib yang lebih buruk.

Surman ialah salah satu responden dalam riset pewresearch dengan metpde canvasing. Pewresearch merangkum  pendapat pendapat 979 ahli di berbagai bidang mengenai dampak AI pada kemanusiaan pada 2030. Mereka ialah para pionir, inovator, developer, pebisnis, pimpinan politik, peneliti, dan aktifis.

Mereka mengatakan jika AI memberikan dampak efisiensi pada perusahaan selain itu, masih banyak keuntungan lainnya. AI mendisrupsi semua aspek yang menggunakan tenaga manusia sebelumnya. Meski begitu, ada juga sebagian lainnya yang berpedapat, justru AI akan membuka peluang kerja baru.

Kekhawatiran lainnya ialah meningkatnya ketergantungan manusia pada mesin akan mengikis kemampuan manusia berpikir, beraksi atau bereaksi secara independen, dan kesulitan berinteraksi secara efektif dengan sesama manusia. Di sisi lain, ada juga sebagian ahli yang justru menganggap jika AI di masa dapan dapat meningkatkan kapasitas manusia secara umum.

Secara keseluruhan, pewresearch merangkum, 63 persen responden berharap mayoritas individu manusia justru akan semakin baik kondisinya pada 2030 dengan AI. Sementara yang lainnya (37 persen) mengatakan sebaliknya, masyarakat atau individu tidak akan menjadi lebih baik (kehidupannya).

Salah satu yang optimis dengan kehadiran AI ialah Wendy Hall, seorang profesor ilmu komputer di Universitas Southampton dan direktur eksekutif Web Science Institute. Ia percaya jika kolaborasi manusia dan mesin (AI) akan memberdayakan human beings secara keseluruhan. “Banyak pekerjaan akan hilang, namun banyak lapangan pekerjaan baru yang akan tercipta,” katanya.

Sementara Ian O’Byrne, asisten profesor yang berfokus pada literasi dan teknologi di College of Charleston mempertanyakan kemampuan kita (manusia) beradaptasi dengan kehadiran AI. “Saya percaya dengan (konsep) kolaborasi manusia dan mesin (AI), namun tantangannya ialah apakah manusia dapat beradaptasi dengan peluang baru tersebut (atau tidak).”

Menyikapi berbagai kekhawatiran yang akan muncul seiring kian advance-nya perkebangan AI, pewresearh menggarisbawahi jika kolaborasi dapat terwujud jika didukung aturan (undang-undang) yang jelas. Mereka menyarankan regulasi dibuat dengan prinsip-prinsip berbasis nilai, inklusif, terdesentralisasi, serta menghubungkan dengan dasar empati. Dengan begitu, teknologi akan bertemu dengan tanggungjawab sosial dan etik untuk kebaikan bersama.

Namun, untuk membuat regulasi yang memadai, William Urichio, seorang sarjana media dan profesor studi perbandingan media di MIT menyoroti soal keterlibatan masyarakat secara aktif. Pada dasarnya, persebaran soal AI beserta dampak juga cara menyikapinya ini ada di tangan masyarakat itu sendiri. Ketika kita, selaku anggota masyarakat, tidak melek tentang AI, maka pihak-pihak berkepentingan khususlah yang akan mengambil alih.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like