Melarang sama sekali bukan pilihan di masa ini, bahkan seolah berkewajiban, tugas orang tua lah untuk menjaganya. Gambar: unsplash/panxiaozhen

Internet Memang Virtual, Tapi Bahayanya Nyata

0 Shares
0
0
0

sapopoé – Satu sisi, sebagai orang tua, kita tertuntut memberikan anak gawai agar mereka dapat mengikuti kelas (sekolah) secara virtual. Namun, di sisi lain, gawai dengan internetnya, ibarat dua sisi mata uang, selain ada manfaat, di sisi lainnya, terdapat potensi bahaya yang mengancam. Selain soal screen time yang perlu Wargi waspadai selaku orang tua ialah aspek kontennya.

Data menunjukkan, 60 persen anak usia 8 – 12 tahun di 30 negara, dilaporkan mengalami risiko siber dalam satu tahun. Mengacu pada Child Online Safety Index (COSI), Indonesia termasuk negara dengan index di bawah rata-rata. Dengan skor 18 dari rata-rata 42, Indonesia menempati rangking 26 dari 30 negara. COSI ialah ukuran “real-time” soal keamanan (safety) daring dan kewarganegaraan digital (Digital Citizenship) dari DQ Institute.

Data tersebut terdukung oleh statistik yang dirilis Net Smartz (sebuah upaya daring dari National Center for Missing and Exploited Children). Mereka menunjukkan jika 93 persen anak usia 12 – 17 tahun online (daring) dan 75 persen di antaranya memiliki ponsel (milik sendiri). Kemudian, 73 persen di antaranya memiliki akun media sosial, seperti Facebook, dan setengahnya mengunggah (upload) foto mereka sendiri.

Sementara itu, media sosial merupakan salah satu media bertumbuh suburnya perundungan yang kita kenal dengan perundungan siber. Selain itu, ada beberapa potensi bahaya lainnya yang patut Wargi ketahui dan waspadai selaku orang tua. Kaspersky (sebuah perusahaan keamanan digital) mengategorikannya menjadi tiga jenis potensi bahaya; kontak dengan orang asing (yang tak diharapkan), konten tidak pantas, dan isu keamanan komputer.

Kontak dengan orang (pihak) yang tidak diinginkan (tak diharapakan)
  • Predator – ialah mereka-mereka yang memiliki niat jahat terhadap anak-anak, misal menculik. Mereka biasa masuk dalam ruang obrolan langsung secara pribadi (melalui fitur Direct Message misalnya) pada media sosial atau ruang obrolan pada gim (game).
  • Perundungan siber (cyberbullies) – anak-anak terancam menjadi target perundungan lewat kolom komentar di media sosial. Misal berupa fitnah, membeberkan aib anak, atau “sekadar” stalking.
  • Pishing – trik yang dilancarkan peniat atau pelaku kejahatan dalam rangka memperoleh iinfo sensitif milik anak Wargi atau milik Wargi sendiri.
Konten tak pantas
  • Konten seksual (eksplisit) – mengirimi anak Wargi gambar atau video pornografi
  • Gambar kekerasan – pembunuhan, perampokan, kecelakaan maut
  • Konten yang belum saatnya – seperti kata-kata hinaan, hujatan atau ajakan menggunakan obat-obatan terlarang, atau ajakan konsumso alkohol.
  • Mengunduh konten bajakan – termasuk musik atau file video
Isu kemanan komputer
  • “Terdownload dan Terinstal” – ketika anak tanpa sadar mengunjungi sembarang website yang ternyata mengandung program yang membahayakan. Tiba-tiba ada file atau pernati lunak yang terinstal di komputer anak Wargi.
  • Infkesi malware – yang karenanya, orang asing dapat mengakses komputer anak Wargi. Bisa melalui berbagi program secara langsung menggunakan kartu memori atau memori USB, link web,  attachment, dan masih banyak yang lainnya.
  • Iklan yang tak diinginkan – iklan dengan visual yang ‘menggoda’ yang belum saatnya bagi anak dengan pesan-pesan yang mengandung trik membahayakan. Jika diklik, bisa saja malah membuka akses pada spyware.

“Kejahatan-kejahatan” tersebut bisa berdampak pada kesehatan mental dan moral anak. Belum lagi soal teknis yang dapat mengundang pelaku kejahatan masuk ke dalam ruang-ruang pribadi anak dan Wargi sendiri. Untuk itu, pendampingan dan pengawasan dari orang tua menjadi sangat perlu.

Upaya Perlindungan

Yang paling pertama ialah Wargi harus meliterasi diri. Literasi digital perlu untuk membangunkan kesadaran kita akan potensi baik dan buruk internet. Ini aspek fundamental yang selanjutnya dapat membangunkan Wargi agar juga menjaga anak-anak Wargi dari potensi bahaya dan menjadikan internet sebagai partner dalam membesarkan anak.

Dalam proses pengawasan dan penjagaan, secara teknis wargi juga dapat menggunakan piranti lunak “Parental Control” dan mempertimbangakan penggunaan antivirus. Software Parental Control dapat membantu wargi dalam mengatur jam untuk daring. Ada banyak merk yang menawarkan piranti lunak ini dengan fitur yang bermacam-macam. Mulai dari mengatur durasi hingga menelusuri kegiatan yang dilakukan anak selama daring.

Pada seting advance, Wargi juga dapat membatasi orang atau pihak berbasis nomor kontak atau akun pada media sosial, menahan pesan yang mengandung informasi personal, dan bahkan mencegah pesan dengan kata kunci tertentu saat berkirim pesan.

Antivirus diperlukan untuk mencegah isu keamanan komputer. Ketika antivirus dinyalakan, berbagai “tamu” tak diundang karena klik-klik saat browsing dapat terdeteksi seketika. Dengan begitu, data personal pada komputer dapat terlindungi. Juga yang tak kalah penting ialah, mencegah penyusup masuk. Penyusup dapat mengintai aktifitas anak Wargi di balik layar komputer tanpa ketahuan.

Beri Kepercayaan

Selain itu, yang tak kalah penting ialah memberi anak Wargi kepercayaan dan respect. Mereka harus memiliki ruang untuk tumbuh dan belajar. Kontrol yang opresif, alih-alih mencegah anak dari konten yang berbahaya, anak malah dengan sengaja melakukannya. Pada dasarnya, anak merupakan pembelajar yang cepat, bisa jadi lebih dahulu mengetahui dari pada orang tuanya.

Bagaimanapun, anak-anak wargi ialah generasi yang lahir di era digital. Melarangnya sama sekali pun bukan pilihan. Daripada mereka tahu dan belajar dari sumber yang salah, lebih baik kita selaku orang tua yang mengenalkan dan mengajarkan. Lebih jauh, Wargi dapat mempelajari asesment soal kecakapan digital pada anak dari DQ Institute, yakni COSI. Dengan begitu, anak bukan saja aman dan sehat, namun juga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kapasitas dirinya.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like