Twitter memperkenalkan Fleets pada pada November 2020. Gambar: Twitter.com

Gagal Bawa Terbang Lebih Tinggi, Twitter Matikan Fleet

0 Shares
0
0
0
sapopoé – “Goodbye Fleets,” begitu tulis VP Product Twitter, Ilya Brown dalam pernyataan resmi Twitter tertanggal 14 Juli 2021. Setelah beroperasi selama delapan bulan, akhirnya kita harus berpisah 👋🏼 dengan fitur ‘Stories’ tersebut karena Twitter menilai tidak dapat ‘menerbangkan twitter lebih tinggi’.
“Kami membangun Fleets sebagai sarana membagikan kilas pikiran mereka (para pengguna twitter; Tweeps) tanpa tekanan dan tak kekal,” ujar Ilya. “Kami berharap fleet dapat membantu orang-orang nyaman bergabung dalam obrolan di twitter, namun sejak kami memeperkenalkannya pada semua orang, kami belum mendapati jumlah orang bergabung dalam obrolan menggunakan fleet.”

Bertahan Hanya 8 Bulan

Pihak Twitter memperkenalkan Fleets pada pengguna global, 17 November 2020. Mereka membuatnya sebagai bagian upaya meningkatkan jumlah orang yang membuat tweet, apakah dengan cara membuat tweet baru atau dengan mengomentari obrolan yang sudah ada sebelumnya. Alih-alih, hanya untuk mengecak “What happening”.
Twitter mendesain Fleets dalam rangka memenuhi aspirasi pengguna yang ‘insecure’ ketika menge-twit. Fitur dengan tampilah layar penuh tersebut sengaja didesain tanpa tombol ‘Like‘, ‘Retweet‘, komentar pun hanya akan muncul di fitur DM.
Pihak Twitter mendapati alasan ketidaknyamanan tersebut ialah “dapat dilihat oleh semua orang dan dapat dibalas oleh siapapun, permanen, dan performatif” (Cemas dengan berapa banyak ‘Like’ dan ‘Retweet‘ yang diperoleh). Pihak twitter mengamini aspirasi tersebut sebagai salah satu penyebab Twitter kini tak ‘secerewet’ dulu.

Alasan pihak Twitter mengamini memang masuk akal, terutama pada poin ‘permanen’. Kita dapat menemukan Tweet bertahun-tahun lalu seorang tokoh kembali dimunculkan oleh orang-orang yang mungkin pernah tersakiti, apakah motif politik atau personal. “Jejak digital memang kejam”, begitu biasa Wargi Indonesia memberi kepsyen.

Gagal dan Langkah Berikutnya

Alih-alih men-share tweet milik orang lain, orang justru malah men-share tweet-nya sendiri agar sedikit lebih lama bertahan. “Padahal kami membangun Fleets untuk mengatasi kecemasan yang menahan orang dari menge-tweet, namun kami mendapati keseringan malah digunakan oleh orang-orang yang sudah menge-tweet untuk memperkuat Tweet mereka sendiri dan berbicara langsung dengan orang lain”
Kita semua tahu jika memang karakter dasar Twitter ialah ‘sekilas’. Tweet lebih lama, akan ‘tenggelam’ oleh tweet yang baru. Fleet dapat memperpanjangnya. Namun, bukan itu yang pihak Twitter inginkan tuk para “tweeps” gunakan.

Untuk selanjutnya, sembari terus mencari sebab sejati keenganan orang menge-twit, pihak twitter sudah mempersiapkan beberapa langkah. Pertama, Twitter akan memperkuat fitur berbagi gambar dan kamera dengan fitur dari ‘Fleets composer’ – seperti kamera layar penuh, opsi membubuhkan teks pada gambar, dan stiker berformat GIF.
Kemudian, pihak Twitter akan mengganti kolom yang ditempati fleet dengan Spaces. Pihak Twitter menilai bagian atas Timeline sebagai tempat yang bagus untuk menyoroti apa yang terjadi saat ini. Ketiga, Twitter berencana akan mengisinya dengan iklan format vertikal yang saat ini berstatus “Testing“.
“Kami terus mengembangkan Twitter, dan mencoba hal-hal yang lebih besar dan lebih berani demi melayani ruang percakapan publik. Sejumlah pembaruan ini, seperti Fleets memang bersifat spekulatif dan tidak akan berhasil,” pungkas Ilya Brown.
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like