Undang-udang cipta kerja, di balik kontroversinya, juga mengandung kebijakan yang akhirnya “mewujudkan” pemerataan televisi digital. Gambar: unsplash.com/@murai

Siap Beralih ke TV Digital?

0 Shares
0
0
0
sapopoé – Mulai 17 Agustus 2021, Kemenkominfo akan menghentikan siaran TV analog atau “analog switch off” (ASO). Peralihan sudah dimulai saat ini. Bagi Anda penggemar sinetron “Putri Untuk Pangeran” atau reality show, “Bakpao Indonesia”, apakah sudah siap? Pasalnya, jika TV Anda tidak support, bisa-bisa Anda ketinggalan beberapa episode.
Tenang, Anda “cukup” menganggarkan sekitar Rp 200-an ribu untuk membeli STB (Set Top Box DVBT2). Sementara proses migrasi berlangsung, pemerintah tidak serta merta memutus siaran analog, melainkan menyelenggarakan siaran simulcast untuk masa transisi peralihan ke tv digital, sekaligus dalam upaya edukasi masyarakat. Simulcast, itu tv analog siaran bersamaan dengan digital.
Contoh Set Top Box. Sumber: akun instagram @settopbox_jakarta
Bagi yang televisi-nya sudah layar datar, tetap perlu diperhatikan, pasalnya “layar datar, tak otomatis digital”. Namun, seluruh televisi berlayar cembung sudah dapat dipastikan “Itu TV analog”. Karena itu, Anda harus menyiapkan decoder atau set top box. Kominfo berjanji akan membantu warga miskin dengan menyiapkan Rp 670 Miliar dengan harga STB Rp 100 ribu/ unitnya.
“Teknologi penyiaran yang digunakan di Indonesia yaitu digital video broadcasting terrestrial (DVB-T2) generasi kedua. Masyarakat yang memiliki televisi dengan layar tipis dan datar, perlu memastikan sudah bisa menggunakan teknologi DVB-T2 atau tidak?” kata Kominfo lewat akun Instagram @kemenkominfo.
Televisi analog sendiri, menurut salah satu artikel di website Kominfo, sudah mengudara selama hampir 60 tahun. Pihak Menkominfo menargetkan, pada 2 November 2022, semua siaran televisi yang ada saat ini sudah beralih ke frekuensi digital. Eksekusi migrasi ini akhirnya dapat dilakukan dengan payung hukum — UU Cipta Kerja Omnibus Law. Sesuai dengan ayat 2 pasal 60 A yang menyebutkan, penghentian siaran analog diselesaikan paling lambat 2 tahun sejak UU disahkan.
Upaya ini, mengutip CNN Indonesia, sebetulnya sudah dilakukan sejak 1997. Kamudian, pada 2004 upaya migrasi gelombang pertama dilakukan. Pada 2007, pemerintah menetapkan standar Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVBT) dan kemudian menguji cobanya. Kemudian pada 2009, ketika Menkominfo di bawa kepeimpinan Muhammad Nuh, pemerintak mengeluarkan roadmap infrastruktur TV digital. Proses ini berlangsung hingga 2018.
Upaya sempat terhambat karena gagalnya lebislasi berupa Undang-undang di bidang penyiaran. Padahal berbagai negara telah switch off. Konferensi international Telecommunication Union (ITU) 2006 memutuskan 119 negara ITU Region-1 sudah menuntaskan ASO paling lambat pada 2015. Belum lagi, pada 2007 dan 2012, pita spektrum frekuensi radio UHF (700MHz) yang semula untuk televisi terestrial malah ditetapkan menjadi layanan mobile broadband.

Apa itu (siaran) televisi digital?

Siaran televisi digital, mengutip siarandigital.kominfo.go.id, ialah siaran yang menggunakan meknisme modulasi digital dan sistem kompresi. Dengan begitu, memungkinkan kita dapat menonton tayangan dengan kualitas gambar yang lebih bersih dan suara lebih jernih.
Mengutip aquajapan.id, dengan proses modulasi, suatu informasi yang biasanya berfrekuensi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa, biasanya berupa gelombang sinus berfrekuensi tinggi. Peralatan untuk mewujudkan prosesnya disebut modulator. Sendangkan peralatan untuk memperoleh atau menangkap informasi-informasi tersebut disebut demodulator dan peralatan yang melaksanakan kedua proses tersebut disebut modem.
Karena penggunaan penerima sinyal yang lebih baik dibanding TV analog, TV digital memiliki beberapa kelebihan. Prinsipnya, seperti yang disampaikan Kominfo dalam siaran persnya, “Tidak ada lagi gambar berbayang atau segala bentuk noise, seperti bintik-bintik pada layar”. Siaran televisi digital berbeda dengan streaming, siaran digital dapat dinikmati secara gratis. Secara teknis, berikut rinciannya:
  • Kualitas gambar lebih jernih, suara lebih jernih dan dapat digunakan untuk menikmati tayangan acara stasiun televisi
  • Teknologi yang terkandung di dalamnya memungkinkan berkurangnya efek doppler yang ketika menerima sinyal dalam kondisi bergerak, membuat gambar di layar berbayang.
  • Penerima sinyal digital memungkinkan efek noise dapat direduksi.
  • Sinyal digital mampu menampung banyak siaran dalam satu paket karena penggunaan bandwith pada TV digital tidak “seboros” TV analog. Faktor ini juga memudahkan Anda menemukan program yang ingin Anda tonton serta menjamin kelancaran siaran televisi.
Secara teknis, perbedaan TV digital dan analog ialah pada receiver-nya. Karenanya, Telveisi tabung juga dapat menjadi media siaran digital selama menggunakan set top box.

Persiapan selain ganti atau pakai STB

Bukan hanya ganti televisi karena siaran digital tak langsung hadir merata di seluruh daerah Indonesia. Anda dapat mengeceknya dengan menggunakan aplikasi “Sinyal TV Digital” yang tersedia di Google Play Store atau App Store.
Silahkan Anda unduh, kemudian buka aplikasinya. Platform akan meminta izin mengakses lokasi Anda dan “izinkan”. Apliakasi akan menampilak peta sesuai lokasi Anda berada. Pada bagian kiri bawah, Anda akan menemukan kolom “Legend”. Ketika Anda membukanya aplikasi tersebut akan memberikan informasi di mana lokasi sinyal TV digital dengan keterangan kekuatan sinyal; “kuat” atau “lemah”.
Tahapan migrasi dari tv analog ke tv digital dilakukan dalam lima tahap berdasarkan wilayah, di mana batas waktu seluruhnya tidak melewati 2 November 2022, pukul 24.00 WIB. Rincian tenggat waktu masing-masing tahapan antara lain:
  1. Tahap I paling lambat 17 Agustus 2021
  2. Tahap II paling lambat 31 Desember 2021
  3. Tahap III paling lambat 31 Maret 2022
  4. Tahap IV paling lambat 17 Agustus 2022
  5. Tahap V paling lambat 2 November 2022.
Pada tahap pertama, Kominfo akan menggelar ASO di 15 kabupaten/kota pada 17 Agustus. Berikut rinciannya:
  • Aceh: Kecamatan Aceh Besar, Kota Banda Aceh
  • Kepulauan Riau: Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang
  • Banten: Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Karta Negara, Kota Samarinda, Kota Bontang
  • Kalimantan Utara: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kecamatan Nunukan
Selengkapnya, Anda dapat melihat jadwalnya di sini.
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like