Ada masa di mana ponsel begitu beragam desain dan fiturnya, memiliki kekahasan yang kontras. Gambar: shopee

Deretan Ponsel ‘Iconic’ di Zamannya

0 Shares
0
0
0
sapopoé – Ponsel zaman sekarang canggih si, banyak fitur juga. Namun, desainnya gitu-gitu aja ya kan? Hampir bisa saya katakan di dunia ini hanya dua merk berdasarkan desainnya, yaitu Apple dan non-Apple. Pasalnya, desain ponsel zaman sekarang hampir mirip semua, mirip iPhone. Berbeda dengan masa-masa sebelum lahirnya iPhone ke dunia perkomunikasian, desain ponsel berkembang ‘liar’.
Sebelum iPhone, sempat hadir desain “qwerty”, di mana keyboard hadir dengan komposisi lengkap semua huruf. Namun, tidak semendonimasi desain iPhone.
Selain itu, para perancang juga dapat menentukan ke-khas-an setiap ponsel. Ada yang spesialis gim, ada spesialis suara (musik), ada juga yang spesialis desain tipis. Meski Nokia mendominasi pasar saar itu, namun, dinamika persaingan kian berwarna dengan terbukanya “adu desain”.
Belakangan, beberapa gen-Z asal Amerika Serikat menyingkirkan posel pintarnya, kemudian menggantinya dengan ponsel jadul. Alasannya, kesehatan mental. Mereka jenuh dengan media sosial dengan iklan tertarget di dalamnya. Selain itu, dengan terbatasnya koneksi, mereka memperoleh benefit salah satunya kebebasan dalam berpikir. Mereka menggunakan ponsel sebagaimana tujuan awal kelahirannya, terkoneksi seperlunya.
Bila Anda dulu sempat mengidamkan beberapa ponsel di bawah ini namun belum terpenuhi, barangkali inilah saatnya. Mungkin, karena penetrasi internet dan digital yang begitu cepat, Anda keburu tertuntut menggunakan ponsel “pintar”. Apalagi dengan efek samping pandemi yang menuntut kita “masuk” ke dunia digital lebih sering dan lebih dalam, kebutuhan ponsel pintar kian mendesak. Namun, ada kalanya Anda membutuhkan istirahat dari daerah “migrasi” Anda, namun Anda juga ingin tetap terhubung secukupnya.
  1. Nokia 3310

Nokia keluaran permulaan era milenium ini terkenal karena kekuatanya, baik secara fisik maupun daya tahan baterainya. Anda dapat menemukan di media sosial berbagai treatmen yang netizen lakukan pada ponsel ini. Mulai dari menjatuhkan dari ketinggian tertentu, ditekan dengan mesin hidrolik, hingga diletakan padanya logam super panas yang dibakar hingga berwarna merah menyala. Selain itu, sekali charge, ponsel dengan khas warna biru dongker ini juga dapat bertahan hingga 48 jam, bahkan beberapa sumber mengatakan, 55 jam ketika digunakan, dan 235 jam stand by.
Di masa koneksi ponsel mengadalkan antena luar, antena dalam menjadi daya jual tersendiri, namun ponsel ini dijual dengan harga yang relatif murah di masanya. Di masa itu, pada ponsel ini, Nokia menanamkan beberapa inovasi terbaru di saat itu. Sebelum auto correct, Nokia sudah lebih dulu menghadirkan teknologi predictive teks pada sistem pengetikannya. Bahkan ponsel ini juga memiliki teknologi personalisasi berupa cover yang dapat diganti (Xpress-On) dan modus getar-sunyi yang belum ada di ponsel lain saat itu.
Faktor iconic lainnya dari ponsel ini ialah karena dapat mengobati kebosanan dengan gim “snake”-nya. Bahkan pada versi reborn-nya, gim ini dipertahankan. Sebagaimana kita dapat temukan dalam berbagai media, Nokia berupaya tetap eksis di tengah sengitnya persaingan ponsel dengan mengahadirkan ponsel-ponsel ikonisnya, salah satunya tipe 3310 ini. Nokia memperkenalkannya ke publik pada 2017 silam dengan warna utama merah.
  1. Motorola Razr V3

Ponsel ini memiliki ciri khas bodinya yang tipis dan bisa dilipat. Bisa dibilang, ponsel lipat paling ikonis. Motorola merilisnya pada 2004 dengan ketebalan 13,9 mm. Selain itu, bodinya terbuat dari alumunium dan papan ketiknya dapat berpendar cahaya kebiruan. Kala rilis, ponsel fashion ini dibandrol seharga iPhone 6s 16 GB pada 2015 lalu. telegraph mengatakan ponsel ini laku sebanyak 130 juta unit. Untuk saat ini, jika Anda ingin memilikinya, cukup merogoh kocek Rp 300 ribu.
  1. Sony Ericson Walkman W800

Berpartner dengan Ericson pada 2005, Sony hadir dengan mengedepankan aspek musik pada ponsel-ponsel besutannya. Ponsel ini dapat memutar file dengan tipe MP3 maupun AAC. Bersaing dengan ROKR E1 dan iTunes, Sony Ericson menawarkan pengalaman mendengarkan Audio terbaik di saat itu. Kelebihan lainnya ialah dengan fitur memori yang cukup besar, yakni 512 MB, kabel USB, dan perangkat lunak Disc2Phone. Bahkan kamu sudah bisa membeli musik dari toko dan mentrasnfernya ke ponsel ini.
Jika Anda berminat memilikinya, Anda bisa mendapatkannya dengan merogoh kocek mulai dari Rp 600 ribu di market place.
  1. Nokia N-Gage

Mirip dengan Playstation Portable atau PSP, ponsel N-Gage hadir di tengah-tengah anak muda dengan berbagai jenis game yang bisa dimainkan. Dengan harga Rp 2-3 juta-an, pada tahun 2003 ponsel inilah ponsel sultan. Siapa yang memilikinya, kemungkinan besar akan menjadi orang paling hype di tengah kawan-kawan bermainnya di SMA. Tak jarang, kawan-kawan bergantian meminjamnya. N-Gage hadir tanpa saingan di segmennya membuatnya menjadi salah satu ponsel paling ikonis.
Mengutip duniagames, ada lima gim yang paling populer di kalangan pengguna N-gage: Tom Clancy’s Splinter Cell: Chaos Theory, Sonic Advance, Fifa Football 2004, Ashen, dan Aspalt Urban GT. Apakah Anda pernah memainkan salah satunya? Mana favorit Anda? Kemungkinan besar, Billiard. Di market place, Anda dapat membelinya mulai harga Rp 300 ribu-an.
Tahun 2021, Nokia berupaya menghadirkannya kembali dengan basis sistem operasi Android. Hadir kembali sebagai ponsel gaming, N-Gage hadir dengan desain yang lebih elegan di antara ponsel gaming lainnya. Namun, jadi lebih mirip PSP. Berikut penampakannya
Selain itu, dua lainnya, tentu adalah Black Berry dengan QWERTY pad-nya dan iPhone dengan layar sentuh pertama yang diterima pasar secara luas. Kedunya merupakan pionir ponsel pintar dengan kekhasannya sendiri. Black Berry merupakan ponsel pintar dengan sistem operasi tersendiri dan aplikasi tersendiri. Ia merupakan ponsel pionir yang menghadirkan chatting dengan cara paling asik dan ekslusif, Black Berry Messangger (BBM). Sedangkan iPhone sebagai mana kita ketahui bersama merupakan trend setter desain ponsel hingga kini dengan ekosistem yang paling solid.
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like