Dua kali terungkap ponsel berbasis Andorid diserang malware. Sudah saatny kita mempertimbangkan optimalkan fitur enkripsi untuk menjaga data sensisisitf kita. Gambar: unsplash.com/@jsalvino

Cara Mengaktifkan Enkripsi pada Perangkat Android

2 Shares
2
0
0
sapopoé – Enkripsi merupakan salah satu cara untuk melindungi data pada ponsel atau perangkat digital lainnya. Para hacker, senantiasa mencari celah dalam sistem ponsel kita. Memang, ada sistem keamanan default yang dapat menjadi upaya perlindungan. Namun, sistem tersebut ada masa kedalursanya.
Bagi Anda yang memiliki peran strategis diperusahaan atau pemerintahan, ada baiknya jika Anda akrab dengan enkripsi. Namun, bagi kita selaku warga sipil digital, juga secara umum memiliki persepsi sensitif atau penting tersendiri juga. Bagaimanapun, hacker tak melulu mempertimbangkan siapa pemilik ponsel.
Pada kasus serangan Joker, Hacker memilih cara sebar jaring dengan menyusupkan malware pada aplikasi di layanan penyedia aplikasi. Kelengahan para pemilik ponsel merupakan pintu masuknya. Dari kedua kasus yang tekuak, ponsel berbasis Android merupakan sasarannya.
Yang perlu kita pahami, enkripsi bukanlah cara paling paripurna untuk emlindungi semua data kita dari para peniat kejahatan. Sebaliknya, enkripsi mengubah semua data pada ponsel kita menjadi satu format yang hanya dapat dibaca dengan kredensial yang benar. Tentu enkripsi tidak sesederhana kata sandi pada layar yagn dapat terbukan dengan bootloader atau Android Debug Bridge.
Sebelum membahas lebih jauh soal cara melakukan enkripsi, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Pertama, saat kita membuka data terenkripsi ponsel akan membutuhkan energi lebih untuk membukanya. Akibatnya, kinerja ponsell melambat.
Kedua, tak semua ponsel pintar memberikan opsi menghapus enkripsi. Jika ponsel Anda tidak memiliki fitur dekripsi, satu-satunya cara untuk membersihkannya ialah dengan melakukan “factory reset” dan menghapus semua data personal kita. Karena itu, ada baiknya kita cek ponsel kita terlebih dahulu.

Cara mengaktifasi enkripsi

Mengutip Android Authority, pada dasarnya, cara kerja enkripsi di semua perangkat Andorid sama saja, yang berbeda ialah mengaktifkannya. Kebanyakan enkripsi pada perangkat keluaran akhir-akhir ini sudah aktif secara default. Jika belum, kita dapat mengaktifkannya cukup dengan beberapa ‘tap’ saja.
  • Android 5.0 atau lebih dari itu
Pada perangkat ponsel atau tablet berbasis Andorid 5.0 Lolipop atau lebih baru, kita dapat mengaksesnya dengan langsung masuk ke menu “security” pada “settings“. Pada beberapa ponsel mungkin saja sedikit berbeda untuk mencapainya, tergntung OEM. Namun, secara umum, kita dapat menemukannya denga masuk ke “settings > personal > security“.
Sampai di sini, a kita hendaknya memperhatikan opsi “Encryption phone” atau “Encrypt tablet“. Kita akan diminta untuk melkaukan prosesnya sembari mengisi daya untuk memastikan proses tak berhenti sementara belum selesai dan mengakibatkan eror.
Jika kita tidak melakukannya, kita akan diminta menyetel PIN atau kata sandi layar kunci, yang biasa kita masukkan saat Anda menghidupkan ponsel untuk mengakses file yang baru dienkripsi. Pastikan untuk mengingat kata sandi ini.
  • Android 4.4 atau lebih rendah
Bila ponsel kita berbasis Android 4.4 KitKat atau lebih rendah, hendaknya menyiapkan PIN atau sandi sebelum memulai proses enkripsi. Selanjutnya, buka Settings > Security > Lock Screen dan pilih pola, PIN bernomor, atau kata sandi campuran untuk kunci layar. Kata sandi inilah yang akan kita gunakan setelah enkripsi.
Setelah itu, kita dapat kembali ke menu “Security” dan menekan “Encrypt phone” atau “Encrypt tablet“. Kita harus menghubungkan ponsel Anda dan membaca pesan “peringatan. Kita akan diminta mengkonfirmasi PIN atau kata sandi untuk terakhir kalinya sebelum proses enkripsi dimulai.
Durasi proses enkripsi memebutuhkan waktu rata-rata lebih dari satu jam, tergantung dari kekuatan ponsel atau tablet kita dan juga tergantung dari ukuran file (data) yang kita enkripsi. Sekalinya proses selesai, kita cukup masukan pin dan saat itu kita sudah menggunakan perangkat yang terlindungi enkripsi.
Kembali ke menu “Security” , kita juga dapat menemukan opsi untuk mengenkripsi file pada kartu microSD. Langkah ini sangat direkomendasikan jika kita ingin menjaga semua data tetap aman, tetapi tidak terlalu diperlukan jika kita menggunakan kartu microSD hanya untuk menyimpan musik atau film yang tidak terlalu pribadi.
Sampai pada tahap ini, ada beberapa poin yang perlu kita perhatikan. Pertama, kita tidak dapat lagi menggunakan kartu microSD dengan perangkat lain tanpa menghapus enkripsi sepenuhnya terlebih dahulu. Itu karena ponsel atau komputer lain tidak akan mengetahui kuncinya.
Kedua, meski kartu microSD terenkripsi masih dapat kita gunakan untuk memindahkan file antar pernagkat menggunakan USB, namun, kita hanya bisa mengakses file tersebut jika sudah dide-dkirpsi pada ponsel atau tablet yang kita gunakan untuk mengenkripsinya.
Terkahir, jika kita menyetel ulang perangkat sebelum memilih dekripsi, kunci enkripsi akan hilang dan kita tidak dapat mengakses file tersebut di kartu microSD Anda. Baiknya, kita perhatikan ini baik-baik.
Sebagaimana kami sampaikan sebelumnya, cara menagktifkannya memang mudah. Namun, kita perlu cermat mempertimbangkan konsekuensinya juga.
2 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like