Malware merupakan salah satu senjata yang digunakan penjahat untuk mencuri dan enksripsi ialah pelindungnya. Gambar: GIPHY

Enkripsi Melindungi Kita dan Dunia dari Para Kriminal Digital

0 Shares
0
0
0
Sapopoé – Pencurian data merupakan fenomena yang kerap kali muncul di dunia digital saat ini. Tujuannya tentu untuk mengakses aset atau isi dompet kita. Akibatnya, aset digital kita hilang atau isi dompet kita terkuras. Malware merupakan salah satu senjata yang digunakan oleh para peniat kejahatan dan enkripsi ialah salah satu cara untuk memproteksinya.
Enkripsi dapat melindungi data yang kita kirim atau terima, juga yang kita simpan dalam satu perangkat. Data yang dimaksud termasuk pesan teks dalam ponsel, jarak lari pada smartwatch atau jam untuk fitness, dan data perbankan yang kita kirim melalui akun daring kita.
Menurut Norton, sejumlah besar informasi pribadi dikelola secara online dan disimpan di cloud atau di server dengan koneksi yang berkesinambungan ke web. Secara teknis, hampir tidak mungkin melakukan bisnis apa pun dengan data pribadi berakhir di sistem komputer jaringan organisasi. Pada titik inilah terletak peran penting enkripsi.
Enkripsi, mengutip Internet Society, merupakan proses pengacakan atau penyandian data sehingga hanya orang tertentu yang dapat membacanya. Caranya dengan mengembalikan data ke kondisi semula. Enkripsi melindungi data kita dari para peniat kejahatan alias kriminal mencuri data kita. Meski Anda mungkin tak menyadarinya, kehidupan kita sehari-hari sangat tergantung pada enkripsi.
“Enkripsi melindungi Anda kala melakukan web browsing, berbelanja daring, menggunakan mobile banking, atau saat Anda menggunakan aplikasi berkirim pesan,” ungkap Internet Society.

Cara kerja dan tipe enkripsi

Enkripsi bekerja dengan cara mengambil teks biasa, seperti pesan teks atau surel, kemudian mengacaknya sehingga tidak dapat dibaca – disebut “chiper text“. Proses ini melindungi, baik data kita di dunia digital maupun yang tersimpan dalam hard drive, juga ketika dikirmkan melalui jaringan seperti internet.
Secara teksni, enkripsi mengacak data menggunakan nilai rahasia atau kunci rahasia. Kemudian data dapat di-dekripsi atau dapat kembali dibaca dengan menggunakan kunci yang sama. Untuk komunikasi yang kita lakukan dalam jaringan, kunci biasanya diketahui oleh sang pengirim dan penerima. Sementara, untuk data yang disimpan, hanya sang pamilik yang tahu kuncinya.
Norton menyebutkan ada enam tipe enkripsi; Tiple DES, RSA, Andvanced Encryption Standard (AES), Twi Fish, Using encryption via SSL. Yang terakhir ialah enkripsi yang menjadi standar legitimasi satu website. Ia mengenkripsi data ketika konten (data) dari satu dikirimkan dari satu website. Enksripsi in menjaga data dari penyerang yang hendak mengakses data ketika transit. Anda dapat melihat website yang legitimate dari tulisan websiite pada bar URL. Biasanya yang sudah terenkripsi akan ada “s” pada “https://”-nya.
Enkripsi SSL akan berfungsi optimal ketika kita menyimpan atau mengirim data sensitif secara online. Jika kita menggunakan internet untuk melakukan tugas-tugas seperti mengajukan pajak, melakukan pembelian, memperbarui SIM, atau melakukan bisnis pribadi lainnya, mengunjungi situs menggunakan SSL adalah ide yang bagus.
Enkripsi “end-to-end”
Selanjutnya, salah satu yang barangkali sering kita temui ialah “end-to-end encryption“. Itu karena enkripsi jenis ini digunakan oleh bayak aplikasi komunikasi, seperti WhatsApp, Signal, Telegram, dll.
Enkripsi “end-to-end” merupakan jenis enkripsi yang dapat melindungi data dan hanya orang yang megirim dan menerima pesan yang dapat membuka dan melihatnya. Tidak ada pihak ketiga, bahkan termasuk pihak developer aplikasi. Enkripsi tipe ini merupakan tipe yang paling aman saat ini.

Manfaat lain enkripsi

Selain soal melindungi data, enkripsi juga mengandung manfaat lainnya. Pertama, enkripsi dapat melindungi data kita berupa dokumen, file, dll. dari kerusakan. Kedua, kita da[at memastikan dengan siapa kita berkomunikasi. Ketiga, kita dapat menandatangani dokumen secara digital.
“Anda bahkan tidak perlu menggunakan Internet untuk merasakan manfaat enkripsi! Enkripsi berdampak besar pada ekonomi global, dan kehidupan sehari-hari Anda,” terang komunitas yang didirikan oleh “the fahther of internet” Vinton Gray Chef ini.
Perusahaan-perusahaan menggunakan enkripsi ini untuk melindungi informasi sensitifnya, seperti data konsumen, rahasia transaksi, dan rekam finansial. Begitu juga infrastruktur vital seperti pembangkit listrik yang menggunakan enkripsi untuk melindungi sistem sehingga listrik dapat tetap menyala. Kemudian ATM yang menggunakan enkripsi untuk melindungi informasi keuangan kita dari kriminal.
Selain itu, dari aspek legal, di Amerika Serikat ada “Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA)”. Peraturan ini mewajibkan penyedia layanan kesehatan untuk menerapkan fitur keamanan yang melindungi informasi kesehatan sensitif pasien secara daring.
Institusi pendidikan tinggi harus mengambil langkah serupa di bawah Undang-Undang Hak Pendidikan dan Privasi Keluarga (FERPA) untuk melindungi catatan siswa. Kemudian, Pengecer harus bersaing dengan Fair Credit Practices Act (FCPA) dan undang-undang serupa yang membantu melindungi konsumen.
Peraturan-peraturan sejenis memang belum berlaku di Indonesia. Namun, dapat menjadi acuan atau sumber gagasan sebagai upaya antisipasi, dalam rangka melindungi konsumen dan masyarakat secara umum di era digital pada masa yang akan datang.
0 Shares
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like