Fitur “self-view” pada zoom memicu “efek bercermin” yang berdampak negatif bagi perempuan. Akibatnya perempuan lebih rentan alami Zoom fatigue. Gambar: ilustrasi perempuan sedang zooming, unsplash.com/@wocintechchat

Fitur “Self-View” Zoom buat Perempuan Lebih Rentan Alami “Zoom Fatigue”

27 Shares
27
0
0
Dalam satu studi skala besar pertama, peneliti Stanford menemukan jika perempuan lebih rentan alami kelelahan daripada laki-laki akibat Zooming. Fitur “Self-View” disinyalir menjadi penyebabnya.
Sapopoé –  Pandemi global memaksa jutaan orang harus bekerja dari rumah. Zooming menjadi cara dominan yang dipilih sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan sejawat atau dalam ruang pembelajaran. Rapat, presentasi, mengajar semua kita lakukan di ruang virtual menggunakan medium panggilan video/ telekonferensi. Kebiasaan baru tersebut nyatanya menimbulkan korban, khususnya di kalangan perempuan.
Kelelahan akibat berjam-jam melakukan Zoom meeting belakangan kita kena dengan “Zoom Fatigue“. Penelitian mengungkapkan jika perempuan lebih rentan mengalaminya. Data menunjukkan, satu dari tujuh perempuan – 13,8 persen – alami kelelahan yang “sangat” hingga “ektrim” setelah lakukan Zooming. Sementara laki-laki satu berbanding dua puluh – 5,5 persen -.
Temuan tersebut dirilis pada jurnal ilmiah dengan tema “Technology, Mind, and Behavior“. Penelitian tersebut membedah kemungkinan penyebab masyarakat alami kelelahan akibat Zooming. Di dalamnya, kita dapat menemukan data yang menunjukkan siapa saja yang sudah menjadi korban overuse Zooming. Penelitian ini melibatkan 10.322 partisipan selama Februari-Maret, kemudian diukur dengan “Zoom Exhaution and Fatigue Scale“.
Profesor Komunikasi di School of Humanities and Science di Stanford University, Jefrey Hancock mengungkapkan, dengan temuan tersebut, kita jadi lebih memahami bagaimana pandemi covid-19 memberikan dampak berbeda bagi setiap kalangan. ” Sekarang kami memiliki data kuantitatif, kelelahan Zoom lebih buruk bagi wanita, dan yang lebih penting, kami tahu alasannya,” kata Hancock.
Alasan sejumlah perempuan lebih rentan
Jika Anda laki-laki dan berpikir jika perempuan “senang” bercermin, fakta lain menunjukkan, justru bercermin itu dapat menimbulkan stres lebih bagi perempuan. Alasannya, ketika bercermin, seorang perempuan akan cenderung mengoreksi dirinya sendiri. Sebuah analisa dari 79 studi yang menunjukkan jika pengaruh tersebut lebih kuat pada peremuan ketimbang laki-laki.
“Efek bercermin” inilah yang diduga kuat oleh Hancock yang menjadi penyebab perempuan lebih rentan. Ilmu Psikologi mendeskripsikannya sebagai “self-focused attention“. Dalam aktifitas Zooming, fitur “self-view” lah yang menjadi pemicunya.
Untuk memastikan efek ini, para peneliti mengajukan dua pertanyaan pada partisipan, yaitu “ketika zooming, seberapa intens Anda berpikir mengenai diri Anda sendiri?” dan “Selama telekonferensi, seberapa mengganggu hal itu bagi diri Anda?”. Jawaban partisipan menunjukkan jika perempuan alami intensitas gangguan yang lebih tinggi ketimbang laki-laki.
Selain “efek bercermin”, faktor lainnya yang turut mempengaruhi tingkat kelelahan pada perempuan ialah durasi. Meski jumlah pertemuan (meeting) sama dengan laki-laki, durasi perpertemuan yang perempuan lakukan, rata-rata lebih lama dari yang laki-laki lakukan. Akibatnya, durasi istirahat atau jeda antara satu meeting dengan meeting lainnya lebih sedikit.
Studi menunjukkan jika pola ini terjadi dalam beberapa studi.  “Kami melihat efek gender ini di beberapa studi yang berbeda, dan bahkan memperhitungkan faktor-faktor lain,” ujar Hancock. “(dan) Kami menemukan hasil yang konsisten.”
Salah satu variabel yang juga menjadi pertimbangan selain gender ialah kepribadian. Penelitian menunjukkan jika tingkat kelelahan para introvert lebih tinggi dibandingkan para ekstrovert. Kemudian, mereka yang berusia lebih muda cenderung mengalami tingkat kelelahan lebih dibanding yang lebih tua, dan mereka dengan kulit berwarna juga sama.

Solusinya

Solusinya, secara teknis sangat mudah, yakni dengan mematikan fitur “self-view“. Zoom memerikan opsi pada para penggunanya untuk menyembunyikan gambar diri Anda tanpa harus mematikan kamera. Artinya, peserta rapat dapat tetap melihat Anda, namun Anda tidak. Bila Anda dalam mode “gallery“, cukup arahkan kursor ke gambar Anda dan klik elipsis (tiga titik) yang ada di sudut atas, kemudian pilih “Hide Self View“.
Solusi ini sangat berguna bagi kita ketika forum tak mengizinkan kita mematikan kamera pada perangkat sama sekali. Adab rapat atau pertemuan daring menjadi latar belakang. Selain itu, dari perspektif komunikasi pun, kehadiran kita dalam wujud gambar bagaimanapun merupakan syarat efektifitas dan kualitas yang lebih baik.
27 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like