Lagu Supalonely mengahantarkan Benee masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30. Artis TikTok dengan followers lebih dari 100 juta merupakan pemicunya. Gambar: Tangkap layar YouTube/ BENEE – “Supalonely” ft. Gus Dapperton

TikTok hantarkan “Benee” menjadi salah satu dari “Forbes 30 Under 30 Asia”

0 Shares
2
0
0
Sapopoé – Artist TikTok, Charli d’Amelio – artis TikTok berpengikut 113,4 juta – terlihat menari dengan musik latar milik Stella Rose Bennett alias Benee. Sejak itu (tertanggal 7/3/2020), “Supalonely” viral ke seluruh dunia. Seiring dengan naik daunnya TikTok, makin banyak lagu itu berputar menghibur sebagian kita selama stay at home.
Hingga tulisan ini kami buat, lagu curhatan “Benne” yang putus dengan pacarnya tersebut sudah berputar sebanyak 2,5 juta kali (streaming) di seluruh dunia dan mencapai 214 juta views di YouTube. Jumlah tayangan postingan d’Amelio sendiri, per tanggal 21/4/2021, sudah mencapai 129,3 juta kali, like 9,8 juta, dan jumlah share 550,2 ribu.
Kepopuleran lagu yang rilis pada Desember 2019 tersebut mengantarkan Benne menarik banyak pihak dari beberapa negara. Namun, pandemi membuatnya tak bisa memenuhi undangan tersebut. Meski tour keliling dunia tak dapat ia lakukan karena pandemi, ia tetap menghadiri beberapa undangan tampil secara virtual pada acara-acara terkenal di dunia. Dua di antaranya, talkshow dengan host Ellen DeGeneres dan Jimmy Fallon, padahal tiket konsernya di Auckland sudah terjual habis.
Kepopuleran Bennett (21), talenta bermusik, serta pengaruhnya membuatnya diterima oleh komunitas “Forbes 30 Under 30″ Forbes Asia 2021 kategori Entertainment & Sport . Forbes berpendapat jika musik Benee berhasil membantu jutaan orang melalui masa sulit karena pandemi. Ditambah, November tahun lalu, Benne berhasil merilis debut albumnya yang berjudul “Hey UX”.
Saat ini, Ia juga sedang menjalankan proyek label rekaman dengan para perempuan sebagai pengelolanya bernama “Olive”. “Mendukung artis yang sedang naik daun benar-benar menarik bagi saya,” tambahnya. “Saya selalu mencari artis potensial untuk saya ajak bekerja sama.”
Faktanya, tahun lalu, TikTok juga mengalami lompatan jumlah unduhan. Launching pada 2016, TikTok mencapai milestone pertamanya pada 2019 dengan jumlah unduhan 1 miliar. Berselang empat belas bulan, unduhan telah mencapai dua kali lipatnya (2 miliar) di seluruh dunia. Oberlo berpendapat, capaian tersebut merupakan “berkah” dari pandemi. Tercatat, pada kuarter pertama tahun 2020, di mana pendemi begitu cepatnya merebak, jumlah unduhan TikTok meroket mencapai 315 juta.

Arti masuk jajaran Forbes 30 Under 30

Forbes 30 Under 30 ialah komunitas yang mengumpulkan 30 talenta berusia di bawah 30 tahun yang Forbes rilis namanya setiap tahun. Setiap perhelatan, Forbes memilih 30 orang pemimpin muda, kreator, dan pemikir paling berani pada bidang tertentu. Jumlahnya berbeda di setiap benua; di Asia sendiri, ada 10 kategori.
Randall Lane memperkanalkan program ini pada 2016 dan berhasil mengumpulkan 15 ribu “pelamar”. Para editor Forbes kemudian menyeleksinya dan menetapkan 30 orang pada setiap kategori. Pada 2021, ada 20 personal dan kelompok asal Indonesia yang masuk, di antaranya Maudi Ayunda pada kategori Entertaiment and Sport sebagai penyanyi.
Mereka yang terpilih kemudian akan terlibat pada konferensi dengan bahasan berbagai tema. Misalnya pada tahun lalu, Forbes menghelat konferensi virtual dengan judul “2020 Forbes Power Women’s Summit”. Konferensi ini bertujuan untuk memperkenalkan perempuan-perempuan yang memimpin gerakan serta membangun bisnis bernilai miliaran dolar.

Profil Benee dan karir

Mengutip The Vogue, Stella Rose Bennet yang terkenal dengan Benee merupakan penyanyi sekaligus penulis lagu kelahiran 2000 asal New Zealand, tepatnya dari Grey Lyn di Auckland. Sebelum terjun ke dunia musik, ia sempat mempertimbangkan berkarir sebagai atlet Polo Air. Ia memulai karir bermusiknya dengan memosting lagu cover ke aplikasi SoundCloud, kemudian membuat lagunya sendiri pada masa akhir SMA-nya.
Tumbuh dalam keluarga yang menyukai musik, Benee berkesempatan mendengarkan banyak musik sejak kanak-kanak. Ia tumbuh dengan mendengarkan Radiohead, Björk, Lily Allen, dan Amy Wine House. Pada usia 8 tahun, ia mulai belajar memainkan gitar. Kemudian, saat sekolah tingkat atas, ia belajar saxophone. Namun, setelah beberapa tahun, ia mulai fokus berlatih Polo Air sebagaimana The Famous People sampaikan.
Ia juga mengikuti kursus musik selama empat tahun saat ia bersekolah di sekolah Katolik khusus perempuan, St. Mary’s College. Pada usia 17 tahun, ia mulai menulis lagu dan rekaman musik. Pada saat itulah ia memutuskan berhenti latihan Polo Air. Sebetulnya, ia juga sempat mengenyam bangku kuliah pada program komunikasi di Auckland University, namun ia bertahan hanya dua pekan.
Pada 2017, ia memulai debut solo sekaligus memperkenalkan nama panggung “Benee” dengan singleThough Guy“. Setahun berselang, ia memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Soaked“. Lagu tersebut memperoleh penghargaan “double platinum” di New Zealand dan menempati peringakat 58 di Chart Album New Zealand.
Karyanya yang fenomenal dan viral, Supalonely masuk dalam”Rolling Stone’s Trending 25 Chart” pada Maret 2021. Pada saat yang sama, lagu tersebut bertengger di posisi 41 dalam “The RS 100 chart“. Sebetulnya, sebelum Supalonely, lagunya yang lain berjudul “Glitter” juga sempat populer di kalangan artis TikTok dengan dance challenge-nya pada Desember 2019.
Selain masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30, Ia juga Dia memenangkan New Zealand Music Award kategori Artis Solo Terbaik pada November 2019. Pada ajang yang sama, ia juga memenangkan gelar Best Breakthrough Artist and the Best Pop Artist, lagunya yagn berjudul “Soaked” memenangkan penghargaan Single of the Year di acara yang sama. Pada Juli 2020, Benee juga masuk dalam jajaran artis Apple Music’s Up Next. Benee merupakan penyanyi pertama yang memperoleh gelar tersebut.
2 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like