Dengan AI, foto jadul pun kini bisa “hidup” layaknya di Film Harry Potter. Kredit: foto layar myheritage.com

Menghidupkan Foto Layaknya di Film Harry Potter Menggunakan “Deep Nostalgia”

0 Shares
0
0
0

Sapopoé – Dengan fitur Deep Nostalgia pada aplikasi My Heritage kini kamu bisa ‘menghidupkan’ foto lawas layaknya di film Harry Potter. Namun, fitur ini juga berpotensi menjadi alat bagi para penggemar atau pembuat meme meluaskan ruang kreatifitasnya. Bagaimana tidak, foto kakek buyut atau bahkan Bung Karno dapat terlihat “lebih hidup”.

Caranya pun mudah, cukup unggah atau “drag and drop” foto yang kita miliki melalui aplikasi atau website myheritage.com . Aplikasinya sudah tersedia di App Store  milik Apple maupun Play Store-nya Google. Opsi lainnya, kamu juga bisa mengaksesnya lansung ke website My Heritage.
Berikut panduan lengkapnya:
Namun, sebelumnya, kamu harus membuat akun dengan cara sign up pada website. Sampai pada tahap itu, proses akan berlangsung secara otomatis. Situs akan memperbaiki gambar sebelum mengonversinya ke dalam format GIF. Pada FAQ, kamu dapat menemukan keterangan, jika program ini tidak akan membagikan foto pada pihak ketiga, kemudian pada halaman utama, kamu juga dapat menemukan keterangan, jika proses sign up tidak tuntas, maka sistem akan menghapusnya secara otomatis.

My Heritage memublikan fitur berbasis Artificial Intellegence (AI) ini pertama kali pada Kamis (25/2)

Pada salah satu postingannya, My Heritage juga memberikan contoh salah satu video hasil olahan Deep Nostalgia “Senang rasanya bisa melihatnya tersenyum kembali,” tweet akun My Herritage dengan melampirkan sebuah foto lawas bergerak yang merupakan salah satu olahan fitur Genealogy Company daring.

Cara kerja program ini ialah dengan menggunakan video gerakan wajah. Video yang sudah ada sebelumnya tersebut kemudian dipilih menggunakan AI, kemudian menerapkannya untuk foto diam yang kita unggah. Sebenarnya tujuan My Heritage menghadirkan program ini ialah agar kamu dapat mengunggah foto orang-orang terkasih yang telah lama meninggal, kemudian kamu dapat melihatya “bergerak”.

Para “kreator Meme” langsung beraksi

Tak lama setelah program ini rilis, para pembuat meme langsung berulah. Mulai dari foto diri zaman SD, foto Tan Malaka, Presiden Indonesia Pertama, Bung Karno, hingga patung Alxander the Great menjadi sasaran.
“Foto rapot kelas 1 kayaknya, Nakal banget mukanya, kaya ga pernah dikasih jajan,” tweet akun @adinmuhammad_

Hasil karya @olicrawford91 yang ia sertai dengan komentar “Strange to see him so life-like, feels as if you can see him think.

Hasil karya desainer, pecinta kopi @lantip “menggerakkan foto lama jadi kayak movie, pakai deep face. tapi kalo fotonya miring, kurang bagus ini hasilnya hihi”

Berikut hasil karya Arkeolog sekaligus pengajar di Dartmouth College, @flintdibble “Here’s Alexander the Great”

Tak ketinggalan, penemu @droneempritid, @ismailfahmi membuat versi foto dirinya, dengan kepsyen “Kereen. Cuma ekspresinya jadi aneh 😅”

Selengkapnya, karya-karya hasil olahan Deep Nostalgia dapat kamu temukan di twitter dengan hashtag #DeepNostalgia .

Aplikasi atau program sejenis

Pada dasarnya, kita mengenal konsep program menggerakkan wajah atau menggunakan wajah orang lain dengan video kita kita kenal dengan Deepfake. Satu konsep yang berkembang di ranah “Kecerdasan Buatan” atau AI. Meriam-webster mendifinisikan Deepfake sebagai “Gambar atau rekaman yang diubah atau dimanipulasi secara meyakinkan untuk menggambarkan seseorang yang melakukan atau mengatakan sesuatu yagn sebenarnya tidak dilakukan atau dikatakan”.
Meski, tidak bertujuan untuk menipu, namun secara cara kerja, memang ‘mirip’. Aplikasi atau program sejenis “Deep Nostalgia” yang sudah ada sebelumnya salah satunya ialah Reface . Aplikasi ini sempat berkolaborasi dengan 9gage dan memang tujuannya untuk menghibur lewat meme.
Program sejenis lainnya hadir dalam bentuk “bot” Instagram dengan nama akun @deepfake.py. Program ini disediakan oleh seorang developer dengan nama akun instagram @dome271. Untuk mendapatkannya, kamu dapat mengikuti “commands” yang tercantum pada “sorotan” akun tersebut. Komunikasi dengan bot akan kamu lakukan melalui fitur Direct Message pada akun bersangkutan dengan memasukan tahap-demi tahap Commands yang tersedia.
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like