Nugas kuliah, nyantumin WIkipedia di “Daftar Pustaka”, bersiaplah harus revisi. Kredit Foto: wikimedia.org

Cara Menggunakan Wikipedia Sebagai Bahan Nugas

0 Shares
0
0
0
Sapopoé – Hampir di setiap pertemuan, saya dan teman-teman di kelas Jurnalistik, keluar dari kelas dengan membawa ‘beban’ tugas kuliah. Membuat saya gagal untuk langsung istirahat sesampainya di kosan, ditambah dengan tugas organisasi yang tak selesai-selesai.
Saat saya mendapati waktu luang setelah beraktifitas seharian, saatnya istirahat, eh nugas kuliah deh. Mau tidur pun, ancaman pengurangan nilai nyatanya cukup efektif membuat kami mengalahkan kantuk, apalagi mengeingat di ujung perkuliahan, kami terancam mengulang matkul yang sama bersama adik tingkat. Hwaah.
Kami, setelah badan wangi, biasanya memulai dengan coba mengontak kawan sekelas, mencari sekelumit sinyal WiFi. Jika tak dapat, terpaksa harus jalan ke kampus. Meski agak menanjak, mau tak mau harus kami tempuh. Berkawankan angin malam, laptop kami taruh di atas meja taman kampus, menyalakan WiFi, mulai deh.. Buka bioskop streaming, eh nugas deh.
Saya buka Google, mengetikan kata kunci, saya temukan di barisan paling atas, “Wikipedia”. Kalau sudah di paling atas, susah saya menolaknya. Saya buka, “Nah ini dia yang saya cari”. Namun, sejenak teringat, hari ini di kelas, tugas hasil begadang semalaman salah seorang teman ditolak dosen, dan menjadi “pemanis” tambahan alias revisi. Kata dosen, “Wikipedia itu tak bisa jadi rujukan, tidak kredibel.”
Wikipedia urung saya buka dan kembali ke laman pencarian Google. saya scroll dan coba membuka katalog yang tersedia. Sayang, sumbernya tak ada yang relevan dengan kebutuhan tugas kali ini. Terpaksa saya ganti kata kunci pencarian dengan bahasa inggris. Kali ini, lumayan lah, cukup banyak sumber yang muncul. Namun, sumber berbahasa Inggris membuat saya harus bekerja lebih keras. Meski begitu, tetap saya lakukan karena tak ada opsi lain.
Sejenak kemudian, yang muncul di barisan paling atas, tetap bersumber dari “Wikipedia”. Ya, setidaknya ada opsi sumber lain lah ya. “Mamam tuh teks bejibun bahasa Inggris,” saya menggerutu pada diri sendiri. “Namun, demi masa depan lebih cerah, tak apa, anggap saja makanan bergizi yang memang biasanya tak mengalahkan selera mie instan.” (Apa sih?)
By the way, memang Wikipedia sama sekali tidak bisa kita pakai buat referensi tugas kuliahkah? 🤔 Mari kita bahas.

Wikipedia terbuka bagi siapapun, termasuk dapat mengubah isinya

Terbuka ialah salah satu dari tiga karakter utama Wikipedia. Karakteristik Wikipedia inilah yang menjadi masalah utama kredibilitasnya. Terbuka masksudnya, siapapun yang mempunyai akun, maka ia dapat mengubah atau mengedit konten atau artikel di dalamnya.

Artinya, ada kemungkinan jika yang menulis atau mengedit itu ekspert di bidangnya. Karena sifatnya ini, Wikipedia, tak jarang digunakan oleh sebagian orang “kreatif” untuk melakukan prank pada kawannya. Mengutip Hasan Khan dari Shifa College kala menjawab pertanyaan soal “mengutip” Wikipedia pada laman tanya jawab researchgate.net.

Meski Wikipedia merupakan sumber informasi favorit saya, artikel yang tersedia di dalamnya tidak selalu ditulis oleh para ahli,” ujarnya. “Siapapun dapat memodifikasi isinya dan saya kenal beberapa orang yang memodifikasi artikel untuk mengerjai teman mereka (akibatnya mereka diblokir beberapa saat oleh Wikipedia.”
Hasan juga menerangkan, seandainya semua tulisan dibuat oleh ahli sekalipun dan belum ada yang memodifikasinya, artikel tersebut belum melalui tinjauan dari ahli lainnya dengan prosedur yang ketat.
“Oleh karena itu, meski dapat kita gunakan sebagai sumber informasi yang cepat, ia tidak akan pernah bisa menjadi situs informasi ilmiah yang otentik dan kredibel,” pungkasnya.
Sementara Sean Lyons dari University of Guelph berpendapat sedikit berbeda. Menurutnya, Wikipeda, umumnya, tidak mengandung interpretasi di dalamnya. Wikipedia merupakan kompilasi fakta-fakta dan argumen. Apapaun yang tersedia di Wikipedia dapat kamu cari rinciannya di tempat lain yang memungkinkan sudah ditinjau oleh orang yang kredibel.
Soal penggunaan Wikipedia sebagai referensi untuk karya akademis, Wikipedia sendiri mengakui jika ia tak bisa menjadi sumber untuk tujuan tulisan akademis mupun riset.
“Wikipedia berkembang di kalangan akdemisi, mulai dari mahasiswa baru hingga guru besar terkemuka,” mengutip salah satu artikel Wikipedia, “(namun), sebagai sumber informasi tersier yang mudah kita akses tentang apa saja, dan sebagai referensi ‘yang siap saji’ untuk memahami konsep atau ide.”

Yang juga dapat kita pertimbangkan soal kredibilitas Wikipedia ialah kehadiran  pria bernama Steven Pruitt. Ia merupakan penyunting terbanyak konten atau artikel Wikipedia dengan total suntingan 3 juta artikel pada tahun 2019. Wow! Ia juga membuat artikel, tanpa bayaran, hingga mencapai 35.000. Wow!. Memang ia tak dibayar, namun, capaian tersebut membuatnya mendapatkan masuk dalam jajaran orang berpengaruh di dunia digital pada 207 oleh majalah Time.

 

Nas Daily, dalam salah satu videonya, menyebut pria dengan nama alias Ser Amantio di Nicolao ini sebagai “The Secret King of WIkipiedia“. Steven Pruit melakukan penulisan dan penyuntingan dari basement rumahnya yang terletak di sebuah Kota Kecil di Virginia, Amerika Serikat. Ia memulai pekerjaan tersebut sejak ia masih berstatus sebagai mahasiswa Sejarah Seni di College of William and Mary. Pruitt menulis dan menyunting Wikipedia di sela-sela aktifitasnya bekerja dengan menggunakan berbagai sumber.

Selengkapnya, kamu dapat tonton sekelumit kisah dan profil Ser Amantio di Nicolao pada video berikut ini:

Sumber informasi awal, bukan ‘sumber’ itu sendiri

Dalam satu jurnal ilmiah berjudul Undergraduates’ Use of Social Media as Information Source” , para peneliti, yakni Kyun Sun-Kim (Universitas of Winconsin), Sei-Ching Sin (nanyang Technological University), dan Eun-Young Yoo-Lee (North Carolina Central University) mengungkap fakta jika Wikipedia merupakan media sosial sumber informasi yang paling banyak digunakan mahasiswa tingkat sarjana. Total mencapai 98,6%, sedangkan yang berikutnya ialah jenis Social Network Services (SNS) seperti Facebook, Twitter dll. dengan 95,7%.
Para pengeliti juga mengungkapkan, jika Wikipedia digunakan mahasiswa paling sering untuk mendapatkan “informasi awal” (dengan nilai 3,8 dan 4), disusul berurutan “untuk mendapatkan ulasan singkat (3,76), mengecek informasi faktual (2,8), untuk menemukan solusi permasalahan atau solusi praktis; how-to (2,3), dan untuk up-date informasi atau berita (1,78).
Soal ini, Wikipedia sendiri sudah menyediakan semacam panduan soal bagaimana menggunakan Wikipedia;
  1. Jadikan sumber awal untuk kita telaah lebih jauh
Selaku ensiklopedia, apakah dalam bentuk buku atau media cetak lainnya maupun daring, seperti Britanica, bagus untuk kita memperoleh pengertian umum tentang satu subjek sebelum kita menelaah atau “menyelam lebih dalam” tentang satu subjek. Namun, bukan untuk menjadi sumber bahasan atau kajian lebih lanjut.
  1. Nyalakan kekritisan
Ingat, semua sumber sudah seharusnya kita evaluasi. Wikipedia bukan pengganti yang sepadan sebagai sumber bacaan yang dapat disetujui oleh dosenmu. Bagaimanapun, editor yang merangkum tulisan pada Wikipedia mungkin saja melakukan kesalahan selaku manusia. Bahkan, mungkin juga ada orang yang sengaja memalsukan informasi di dalamnya.
  1. Perhatikan catatan kaki Wikipedia sebagai langkah berikutnya
Perhatikan angka yang terdapat pada setiap kata kunci tertentu. Biasanya terhubung langsung dengan sumber yang dikutip oleh penulis artikel WIkipedia yang terletak di bagian bawah halaman artikel. Catatan kaki tersebut biasanya terhubung dengan sumbernya. Kamu dapat memulai penelusuran lebih lanjut dari sana.
Dalam rangka membangun ruang ‘ruang’ ekosistem yang lebih baik, Wikipedia berupaya membuat kriteria artikel tertentu. Kriteria ini kemudian menjadi acuan bagi para “editor Wikipedia” dari kalangan “Wikipedian” untuk menjadikan artikel masuk dua kategori, yakni “Featured” dan “Good”.
Ialah dua jenis arikel yang sudah melalui editing para “Wikipedian”  (Bisa kita bilang, “Wikipedian” ialah kontributor Wikipedia yang sudah terakreditasi). Kedua jenis artikel ini mempunyai tanda khusus yang ditempatkan pada tempat tertentu pada suatu artikel.
“Featured  Articles” ialah artikel dengan kualitas terbaik yang Wikipedia sediakan. Artikel jenis ini telah melalui proses pengecekan akurasi, netralitas, kekomplitan, dan gaya sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.
Pada artikel jenis “Featured” , kita akan menemukan tanda bintang yang khas pada sudut kanan atas laman artikel. Pada perangkat mobile , kamu dapat melihatnya dengan cara ‘tap’ “Desktop” pada bagian paling bawah suatu halaman atau bisa juga kamu memilih tampilan “desktop” pada menu di browser kamu.
Saat ini, artikel “Featured” jumlahnya mencapai 5.911 dari 6.257.542 artikel ber-Bahasa Inggris.
Kemudian, “Good Articles ialah kualitas tingkat “kedua”. Yakni artikel yang tidak masuk kategori “Featured“. Artikel bertitel “Good” ini juga sudah melalui proses pengecekan dengan megacu pada kriteria yang sudah ditentukan, yakni ditulis dengan baik, faktanya akurat dan informasinya dapat diverfikasi, cakupannya luas, netral sudut pandangnya, stabil, ada ilustrasinya yang sesuai dengan lisensi hak kopi-nya.
Artikel dengan tanda (+) dalam lingkaran berwarna hijau ini sudah ada 33.301 dari total jumlah keseluruhan artikel berbahasa Inggris yang ada.
Sebagaimana yang disampaikan oleh tiga peneliti di paragraf awal subjudul ini, “Filosofi media sosial ialah mendorong interaksi yang membuat kita berlama-lama di dalamnya.” So, nyalakan nalar, gunakan dengan cermat, dan pertajam kekritisan.
0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like