Lakukan Aturan 20/20/20 Untuk Meredakan Mata Lelah Karena Menatap Layar

0 Shares
0
0
0

Gawai, perangkat yang kini menjadi kebutuhan primer. Jika kita sudah terlanjur berangkat dari rumah, kemudian baru ingat di perjalanan, meski menempuh macet, kita rela kembali ke rumah untuk mengambilnya meski kesal. 

Mata lelah karena lama menatap layar

Screen time merupakan salah satu isu yang mencuat di era serba ponsel ini. Pasalnya, menatap layar dapat menimbulkan permasalahan pada titik tertentu. Salah satu yang paling awal terasa kelelahan mata. 
Mata merupakan anggota tubuh utama yang kita gunakan dalam menggunakan gawai. Anggota tubuh lainnya yang akan terganggu ialah tangan, leher, dan sakit kepala. Studi menunjukkan, penggunaan ponsel selama 60 menit sudah cukup meningkatkan resiko bagi kita terkena CVS, sedangkan komputer 120 menit atau dua jam.
Berkedip merupakan kegiatan yang penting untuk kesehatan mata. Dengan berkedip, kelembapan mata terjaga sehingga mata bisa berfungsi dengan baik. Sedangkan ketika kita menatap layar, intensitas berkedip bisa berkurang setengahnya. 
Normalnya, mata berkedip 15 kali dalam satu menit. Namun, ketika menatap ponsel, berkurang menjadi hanya 6-7 kali saja. Akibatnya, mata menjadi kering dan lelah. 

Aturan 20-20-20

Berbagai riset pun dilakukan untuk mendapatkan solusi. Salah satu treatmen yang bisa kita upayakan ialah “aturan 20-20-20”. Yakni, “setiap 20 menit sekali, mata kita arahkan pada objek yang berjarak minimal 20 kaki, selama 20 detik.”

Seorang optometris asal Kalifornia, Jeffrey Anshel memperkenalkannya pada 1990 untuk meredakan mata lelah. Aturan Anshel ini bisa menjadi acuan reminder bagi kita membantu mata kita dapat beristirahat. Riset menyebutkan, mengistirahatkan mata dari menatap layar efektif mengurangi mata lelah.

Mengutip equalman.com Dr. Anshel mendapatkan ide tersebut setelah melihat banyak pasien yang datang padanya dengan mengeluhkan masalah penglihatan yang “aneh”. Dia menemukan kesamaan pada semua pasiennya, yakni sama-sama menggunakan komputer selama berjam-jam.

Dasar di balik aturan 20-20-20, menurut Dr. Anshel, berasal dari penelitian yang menemukan manfaat istirahat yang pendek namun sering pada gangguan muskuloskeletal, kemudian ia menerapkannya pada sistem visual.  

Sebagai alternatif, sebagai ganti melihat objek, kamu bisa memejamkan mata selama 20 detik, per 20 menit sekali, mengutip Medical News Today. Juga, tambah dengan memperbanyak berkedip agar mata tetap lembap. 

“Produktif bekerja, mengerjakan tugas, bermain gim, atau menonton film, memang menyenangkan. Namun, akan lebih menyenangkan jika mata kita tetap sehat. ” – Jouréll 

0 Shares
1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like